Eksistensi Nilai Tengka dalam Penggunaan Bahasa Engghi Bhunten pada Generasi Alpha di Perkotaan
Abstract
This research is motivated by the emergence of Generation Alpha in urban Madura, who more frequently use simple, practical language, often mixed with Indonesian or, as it's called, social media language. This phenomenon has the potential to weaken the use of the language "Engghi bhunten" in daily life. Therefore, if not given special attention, it is feared that the value of tengka embodied in the use of the language engghi bhunten will fade. In this study, the researcher used qualitative research with a phenomenological approach. The purpose of this study is to determine the factors influencing the sustainability of the tengka value in the practice of using the engghi bhunten language among Generation Alpha in urban areas, and to identify efforts made to maintain the existence of the tengka value in the use of the engghi bhunten language among Generation Alpha in urban areas. The research findings indicate that the influencing factors include the dominance of national and global languages, the influence of technology and digital media, and urbanization. As for the efforts made to preserve the use of the Engghi Bhunten language, these include integrating regional languages into education, the role of families, cultural activities, and communities.
Keywords: Tengka Value, Engghi Bhunten Language, Generation Alpha
References
Arianto, Bambang dan Bekti Handayani, Pengantar Studi Fenomenologi, tt. 2024.
Faridy, Faizatul et.al. “Analisis Penggunaan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Ibu pada Anak Usia Dini,” Awlady: Jurnal Pendidikan Anak 9, no. 1 (2023).
Hasana, Imamatul dkk, “Eksistensi Bahasa Indonesia di Lingkungan Masyarakat Curah Jeru Tengah,” Lentera Edukasi 2, no. 1 (2023).
Hidayati, Inayah “Urbanisasi dan Dampak Sosial di Kota Besar Indonesia,” Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial 7, no. 2 (2021).
Iwatiningsih, Daroe et.al. “Dinamika Bahasa Visual dan Digital pada Generasi Alpha dalam Komunikasi Sehari-hari di Media Sosial,” Paramasastra 11, no. 2 (2024).
Jannah, Kholidatul dkk, “Pola Pengasuhan Orang Tua Terhadap Penerapan Screen Time di Masa Generasi Alpha Usia 4-6 Tahun di Desa Rombuh Palengaan,” Jurnal Inovasi Pendidikan 1, no. 3 (2023).
Luksiawati, Enny et.al. “Analisis Ekologi Bahasa Terhadap Faktor Penyebab dan Strategi Pencegahan Kepunahan Bahasa Daerah di Indonesia,” Jupensal 2, no. 3 (2025).
Lutfi, Abdul et.al. “Peran Bahasa Madura dalam Meningkatkan Kearifan Lokal,” Lentera Edukasi 1, no. 2 (2023).
Mailani, Okarisma. dkk, “Bahasa Sebagai Alat Komunikasi dalam Kehidupan Manusia,” Kampret Journal 1, no. 2 (2022).
Munawaroh, Hidayatu et.al. “Pembelajaran Bahasa Daerah melalui Multimedia Interaktif pada Anak Usia Dini,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 5 (2022).
Nafisah dkk, “Peran Orang Tua dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Madura Anak Usia Dini di TK Masjid Agung Sumenep,” Sibernatik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 3, no. 1 (2025).
Nugrahani, Farida “Penggunaan Bahasa dalam Media Sosial dan Implikasinya Terhadap Karakter Bangsa,” Stilistika 3, no. 1 (2017).
Raihany, Afifah “Pergeseran Penggunaan Bahasa Madura di Kalangan Anak-Anak Sekolah Dasar Negeri di Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep,” Nuansa 12, no. 1 (2015).
Ratnawati, et.al. “Korelasi Peran Orang Tua Terhadap Pemertahanan Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu di Daerah Kuningan,” Jurnal Golden Age 5, no. 2 (2021).
Songkup Pratama, Raja dkk, “ Peran Bahasa Indonesia dalam Pembangunan Bangsa,” Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2, no. 3 (2024).
Turyani, Iin. “Norma dan Niali Adat Istiadat dalam Kehidupan Sehari-hari di Masayarakat,” Sosial: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2, no. 2 (2024).
Zainul Alfi, Dewi dan M. Yunus Abubakar, “ Studi Kebijakan Tentang Kurikulum Pengembangan Muatan Lokal,” Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 1 (2021).
